PT Pupuk Indonesia dan BRMP Riau Bahas Langkah Strategis Pasokan Pupuk PM-AAS di Riau
PT Pupuk Indonesia (Persero) melakukan kunjungan ke Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Riau dalam rangka koordinasi awal. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas langkah strategis pengamanan kebutuhan pasokan pupuk program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) seluas 8.600 hektare di Provinsi Riau, melalui sinkronisasi data Calon Petani Calon Lahan (CPCL) dalam e-RDKK.
Program PM-AAS menerapkan metode budidaya padi intensif pola tanam rapat. Konsep modern ini menuntut pemupukan presisi agar target peningkatan produksi hingga 10 ton per hektare dapat tercapai. Kebutuhan pupuk mutlak untuk program ini meliputi NPK 400 kg/ha, Urea 300 kg/ha, pupuk organik 1–2 ton/ha, serta pupuk silika.
Kepala BRMP Riau, Dr. Agus Wahyana Anggara, S.Si, M.Si, menyatakan bahwa validasi lapangan merupakan langkah awal yang wajib dilakukan. Menurutnya, sinkronisasi data CPCL dalam e-RDKK menjadi kunci agar kebutuhan pupuk terpenuhi serta mencegah kelangkaan dan salah sasaran saat pupuk dilepas ke lahan petani. Manager Penjualan Wilayah Sumbar-Riau-Kepri PT Pupuk Indonesia, Fajar Ahmad, SE, menegaskan kesiapan pihaknya mengunci kuota stok berdasarkan data CPCL e-RDKK yang disinkronkan. Validitas data di awal akan mempermudah perusahaan menutup celah penyelewengan dan memperkuat pengawasan dari kios hingga ke tangan petani.
Melalui koordinasi ini, penyaluran pupuk subsidi untuk program pertanian modern di Riau diharapkan dapat berjalan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran. Sinergi ini ditargetkan menjadi solusi atas masalah kelangkaan, salah sasaran penerima, penyelewengan alokasi, serta lemahnya pengawasan distribusi.